Aktor Korea Kembali Tewas Karena Depresi, Kenali Tanda-Tanda Depresi

Aktor Korea Kembali Tewas Karena Depresi
Berita duka kembali terdengar dari dunia hiburan negeri ginseng. Aktor tampan asal Korea Selatan, Jeon Tae Soo meninggal dunia pada Minggu (21/1/2018). 

Adik dari aktris Ha Ji Won ini, sebelum meninggal sempat menjalani perawatan di rumah sakit diduga karena depresi tinggi. Pemakaman aktor berusia 34 tahun itu hanya akan dihadiri keluarga dan kerabat dekat. Depresi menjadi penyebab yang kerap disangkutkan dengan aksi bunuh diri atau meninggalnya beberapa bintang Korea.

Depresi merupakan penyakit yang sangat serius, hal itu bisa disalahartikan dengan kelelahan biasa, atau bisa juga tersembunyi dibalik pekerjaan berlebih bagi orang yang gila kerja atau workaholic.

Hanya dokter yang bisa mendiagnosis depresi dengan benar, Tapi Anda bisa memperhatikan gangguan emosi ini sendiri untuk menghindarinya terjadi pada Anda ataupun keluarga Anda. Pura-pura merasa senang, kesedihan, kurangnya inisiatif, serta hilangnya kekuatan fisik dan moral merupakan beberapa ciri penyakit ini.

Selain itu terdapat pula ciri atau gejala depresi yang tersembunyi yang kadang tak disadari orang,  Untuk itu, Anda harus tahu gejala dan ciri depresi agar dapat mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Dilansir dari Bright Side, berikut beberapa gejala depresi yang kurang jelas atau tersembunyi agar dapat membantu menghindari konsekuensi negatifnya:

1. Pamer Kebahagiaan

Orang sering mencoba menyembunyikan depresi di balik suasana hati yang positif.  Dan mereka benar-benar terlihat seperti orang yang paling bahagia dan paling riang di dunia.  Mereka menghindari percakapan yang serius dan menertawakan topik yang sulit. Anda bisa mengerti dan membantu mereka hanya selama pembicaraan panjang dan saling percaya.

2. Perubahan Produktivitas

Ini juga merupakan sinyal buruk. Seseorang tidak dapat mengatasi tugas rutin sehari-hari, melupakan informasi, sering merasa lelah, dan merasa tidak masuk akal dalam tindakan mereka. Hal ini juga bisa menjadi kebalikannya, bila orang yang agak tidak aktif menjadi pecandu kerja dengan jadwal yang ketat dan sibuk, berusaha mengumpulkan prestasi mereka. Mereka mencoba melepaskan diri dari perasaan mereka dan memberi pengertian pada kehidupan mereka.

3. Penampilan Berantakan

Kondisi depresi mempengaruhi penampilan seseorang. Jika seseorang berhenti mengikuti peraturan kebersihan dan tidak menjaga kebersihan rumah mereka, Anda punya alasan untuk bertanya-tanya apakah semuanya baik-baik saja atau tidak. Hal ini berlaku untuk orang-orang yang tidak pernah terbiasa memiliki masalah dengan kerapian.

4. Pikiran Filosofis

Orang yang menderita depresi tersembunyi biasanya mencoba membicarakan topik filosofis menggunakan kalimat abstrak. Sebagai aturan, orang depresi suka membicarakan makna hidup, dan mereka melakukannya setiap saat. Kata-kata yang mereka gunakan sering abstrak dan samar-samar. Psikolog mengatakan bahwa jika pikiran seseorang lebih, maka semakin banyak kesempatan mereka untuk bahagia.

5. Mencari Alasan

Orang yang depresi sering menggunakan alasan untuk menyembunyikan keinginan dan kesedihan yang sebenarnya. Misalnya, mereka menulis cerita menyentuh tentang mengapa mereka tidak bisa menghadiri pesta ulang tahun teman atau mengapa mereka tidak dapat tinggal untuk makan siang bersama rekan kerja. Meyakinkan alasan menjadi penutup sehingga tidak mengganggu orang dengan kondisi emosional.

6. Kurangnya reaksi yang memadai

Orang dengan depresi bisa menafsirkan realitas di sekitarnya dengan cara yang berbeda. Mereka bisa setuju dengan semua orang, berhenti mengekspresikan pendapat dan keinginan mereka, berhenti memperhatikan hinaan, atau tidak merasakan sakit bahkan jika hal itu tak terelakkan: misalnya, ketika mereka kehilangan kerabat.

7. Penyakit psikosomatik

Menjadi depresi, orang biasanya mengeluh tentang sakit jantung, ketegangan di tangan dan kaki, kesulitan bernafas, sakit kepala, sakit gigi, dan gejala lainnya. Sebuah pemeriksaan menunjukkan bahwa kesehatan mereka baik-baik saja. Berbagai sensasi menyakitkan mengarah ke kondisi yang tidak stabil. Pada gilirannya, rasa sakit menyebabkan kegelisahan dan ketegangan, membentuk lingkaran setan dan membuat seseorang menderita rasa sakit psikosomatik.

8. "Mental chewing gum"

Dalam keadaan tertekan, orang terobsesi dengan hal-hal tertentu. Mereka yakin mereka mencari jawaban, tapi pikiran obsesif seperti itu tidak bisa menyelesaikan masalah mereka. Sebaliknya, mereka menciptakan ilusi bahwa mereka berusaha mencari jawaban. Sangat mudah untuk memperhatikan bahwa kerabat atau teman Anda menderita dari pikiran obsesif. Hal ditandai dengan seseorang agak merenung, tidak hadir, berbicara tentang satu dan masalah yang sama, dan tidak mencoba untuk bertindak tetapi hanya berbicara. Kita bisa mengingat sebuah contoh dari Limitless. Sosok pahlawan, Bradley Cooper terobsesi dengan pemikiran tentang menulis buku dan kemungkinan sukses. Dia jatuh ke dalam sikap apatis dan stres, kehilangan kerabat dan teman satu per satu.
Aktor Korea Kembali Tewas Karena Depresi, Kenali Tanda-Tanda Depresi Aktor Korea Kembali Tewas Karena Depresi, Kenali Tanda-Tanda Depresi Reviewed by Ijul Lke on 7:17 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.