Puluhan Penumpang Odong-Odong Terlempar Ke Jalan Raya

Puluhan Penumpang Odong-Odong Terlempar Ke Jalan Raya
Pelarangan tentang beroperasinya odong-odong atau kereta kelinci di jalan raya sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2013 silam.

Mengingat odong-odong sendiri setidaknya telah melanggar 8 Pasal dalam UU Lalu Lintas Nomor 22/2009.

Pasal 208 UU Lalu Lintas Odong-odong dianggap melanggar karena tidak memiliki izin angkutan orang, Pasal 288 ayat 1 karena tidak memiliki STNK yang sesuai dan tidak memiliki tanda nomor kendaraan, Pasal 280 dan Pasal 289, karena sabuk keselamatan dan lainnya tidak ada, serta perlengkapan standar kendaraan lainnya juga tidak ada, lalu Pasal Pasal 380 dimana perlengkapan kendaraan bermotor tidak sesuai dan tidak ada, serta Pasal 278 dan Pasal 285 UU Lalu Lintas karena tidak memiliki persyaratan teknis dalam beroperasi atau pada mobil modifikasi.

Namun kenyataannya, masih banyak odong-odong yang nekat berjalan di jalan raya.

Seperti halnya kecelakaan yang terjadi pada hari Senin (1/1/2018) lalu ini.

Sebuah mobil odong-odong yang mengankut puluhan orang ditabrak oleh minibus di jalur Demak-Semarang.

Korban pun akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Sunan Kaliaga, Demak.

Kebanyakan di antara mereka adalah ibu-ibu dan anak-anak.

Kecelakaan yang terjadi tepat di Jalan Sultan Hadiwijaya, Mangunjiwan, Demak itu membuat 23 korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Rata-rata korban mengalami luka di bagian tubuhnya karena terlempar dari odong-odong ke jalan raya.

Supir odong-odognnya sendiri mengalami patah tulang di bagian kaki.

Menurut penuturan saksi yang selamat, rombongan odong-odong itu berasal dari desa Weding, Bonang, demak.

Semuanya baru pulang dari liburan keluarga di tempat bermain anak-anak.

Salah seorang penumpang bernma Faridlotul Afifah mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi begitu cepat.

"Semua penumpang yang ada didalam kereta kelinci itu terpental semuanya, tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun semuanya turut terpental,” katanya Rabu (3/1/2018) saat ditemui di Rumah Sakit Sunan Kalijaga, Demak.

Hingga Rabu siang, semua penumpang masih menjalani perawatan.

Sementara korban luka ringan sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah.

Hasil penyelidikan Unit Laka Lants Polres Demak menyatakan bahwa kecelakaan tersebut bermula saat minibus mejalu kencang dari arah utara ke selatan dan beriringan dengan sebuah sepeda motor.

“Namun saat dilokasi, tiba tiba sepeda motor yang didepanya belok ke kanan secara tiba-tiba, supir minibus yang kaget mencoba banting stir, namun menyerempet sepeda motor, dan laju minibus semakin tak terkendali, hingga akhirnya menabrak kereta kelinci, dari arah berlawanan, yang saat itu baru keluar dari tempat wisata Taman Ria Demak,” kata Kanit Laka Lantas Polres Demak, Iptu Miftah, secara terpisah.

Miftah juga menghimbau pada masyarakat agar tidak menggunakan jasa odong-odong untuk bepergian karena berbahaya.

“Kami sebagai petugas sangat amat jelas menghimbau kepada warga, agar tidak menggunakan transportasi odong-odong, atau kereta kelinci di jalan raya, karena membahayakan, dan kalau terjadi laka lantas seperti ini tentu akan banyak memakan korban,” pungkasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, salah satu korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif.

Nama dari korban meninggal adalah Muhammad Khoirussyifa (5).

Kepada wartawan, salah seroang kerabat Syifa yang bernama Shodiqi mengatakan bahwa korban sempat hendak dirujuk ke RSU Kariadi.

“Sebelumnya, korban sempat hendak dirujuk ke RSU Kariadi, Semarang, namun di tengah perjalanan, nyawa Syifa ini tak tertolong, kami jelas sangat terpukul, dan kehilangan anak yang lucu ini,” ucapnya.

Menurut keterangan dari Humas RSUD Sunan Kalijaga, Demak, Kusmanto, bahwa dari 23 korban yang kemarin dilarikan ke UGD, kini tinggal 10 korban yang dirawat.

Sebagian besar yang masih menjalani perawatan adalah para anak-anak, dimana mereka umumnya menderita luka di bagian wajah, patah tulang tangan, maupun luka lainnya.

“Seteleh terlempar dari kereta kelinci, dari 10 korban tersebut, 8 penumpang diantaranya, kemudian sopir kereta kelinci yang mengalami patah tulang kaki, dan seorang korban lagi pengendara sepeda motor. Dan sampai saat ini pihak rumah sakit masih terus melakukan observasi, guna tindakan operasi para korban yang mengalami patah tulang, amun pada umumnya, kondisi para korban sudah mulai stabil,” jelasnya.

Sumber : forum.suara.com
Puluhan Penumpang Odong-Odong Terlempar Ke Jalan Raya Puluhan Penumpang Odong-Odong Terlempar Ke Jalan Raya Reviewed by Ijul Lke on 12:40 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.