Video Pasien Dilecehkan Perawat Lelaki Saat Sedang Dibius

Pasien Dilecehkan Perawat Lelaki Saat Sedang Dibius
Sebuah video yang memperlihat seorang wanita menangis di kamar rawat rumah sakit menjadi viral di media sosial sejak Rabu malam, 24 Januari 2018. Video tersebut diposting oleh akun @thelovewidya di Instagram pribadinya.

Ada dua video yang diposting akun tersebut sejak kemarin. Dalam video tersebut wanita tersebut menyebut dirinya telah dilecehkan oleh seorang perawat lelaki saat masih di bawah pengaruh obat bius. Diduga wanita tersebut usai menjalani operasi.

"Dalam keadaan sakit tak berdaya masih terpengaruh obat bius ada saja oknum perawat lelaki yang nakal tega melecehkan , pasien harus dilindungi bukan dilecehkan !!!" demikian caption yang ditulis dalam video tersebut.

Sambil menangis ia menunjuk-nunjuk perawat lelaki yang didamping beberapa perawat wanita lainnya. Ia meminta perawat tersebut mengakui perbuatannya yang meraba payudaranya saat ia tengah dalam kondisi tak sadarkan diri.

"Kamu ngaku dulu, kamu remas-remas payudara saya kan? Kamu ngaku, ngaku.." ucap wanita itu sambil menangis di atas tempat tidur kamar perawatan. Tampak tangannya masih menempel selang infus.

Netizen pun murka setelah melihat video tersebut. Mereka meminta korban untuk segera memproses hukum perawat laki-laki mesum itu.

"RS mana ini, pecat dan proses hukum, jangan2 dia udah sering ngelakuin ini sama semua pasien wanita,,," kata akun @wulanbenina.

"mesumers model gini harus dikasih pelajaran non,harus ditindak secara hukum tindak pidana pelecehan,apalagi terjadi diinstitusi medis,lagian tidak sebanding dengan trauma korban non," timpal akun @venvenvenz.

"Laporin mbaak...laporinnnn.... semoga nnti kedepannya yg nanganin pasien wanita...perawatnya kudu wanita juga," ujar akun @kikieandriani.

Apa jawaban sang perawat laki-laki itu? Berikut videonya.


Video Pasien Dilecehkan Perawat Lelaki Saat Sedang Dibius  Video Pasien Dilecehkan Perawat Lelaki Saat Sedang Dibius Reviewed by Ijul Lke on 7:32 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.