Sering Bertengkar Bikin Cinta Makin Mesra

http://www.mediainformasi.online/2018/03/sering-bertengkar-bikin-cinta-makin-mesra.html
Sering Bertengkar Bikin Cinta Makin Mesra
Kebanyakan orang beranggapan pertengkaran dalam hubungan cinta sebagai tanda keretakan cinta. Semakin sering bertengkar, semakin rusak pula hubungan itu. Namun kenyataanya pertengkaran itu tidak mungkin dihindari.

Apalagi kita sedang menjalin hubungan cinta, pasti ada perbedaan argumen besar atau kecil yang membuat pasangan bertengkar, tapi jika diarahkan dengan baik, pertengkaran justru bisa mempererat hubungan kita dan pasangan kita semakin mesra.
The Gottman Institute, pernah melakukan penelitian yang melibatkan pasangan yang sudah menikah. Peserta studi dikelompokan menjadi 2: Masters dan Disasters. Kelompok Masters berisi pasangan yang sudah menikah selama 6 tahun, minim masalah, dan hidup bahagia. Sementara kelompok Disasters adalah pasangan yang punya segudang masalah keluarga dan tidak bahagia.

Mereka diberikan pertanyaan seputar pernikahan dan peneliti sengaja memancing mereka untuk berdebat. Meski kedua kelompok itu memiliki kondisi psikologis yang sama dan terlihat santai saja, tapi peralatan medis yang ditempelkan di tubuh mereka berkata sebaliknya.

Kelompok Masters menunjukkan keadaan yang tenang berdialog dengan pasangannya, bahkan ketika mereka sedang bertengkar. Sedangkan kelompok Disasters menunjukkan detak jantung yang kencang dan siklus peredaran darah yang mengalir cepat. Mereka cenderung siap menyerang pasangan masing-masing saat dihadapkan permasalahan pertengkaran.

Meski berada dalam masalah pertengkaran, kelompok Masters mampu menghargai dan menghormati pasangan sehingga pertengkaran diakhiri dengan jalan keluar bersama. Mereka bisa menciptakan rasa percaya diri sehingga pasangannya merasa nyaman secara fisik maupun emosional. Mereka memang bertengkar, tapi tidak saling menghina dan berlarut-larut di masalah yang sama. Sementara kelompok Disasters malah menciptakan suasana permusuhan dan tidak ada jalan keluar yang dicapai.

Gottman mencatat bahwa pertengkaran menjadi tidak sehat apabila satu pihak mulai menghina pihak lain. Begitu pula bila pasangan malah fokus mengkritik pasangan lainnya tanpa berani mengkritik dirinya sendiri. Penghinaan dan kritik yang berlebihan bukan cuma menurunkan kadar cinta, tetapi juga menghilangkan daya juang pasangan tersebut untuk selalu bersama. "Referensi : Masters of Love ".
Aaron Beck, dari University of Pennsylvania, mendukung hasil penelitian Gottman. “Seburuk-buruknya masalah pertengkaran adalah yang menjurus ke pembunuhan karakter. Itu hanya mengarah ke jalan buntu,” ujarnya. “Tapi jika Anda mengemukakan keluhan secara spesifik tanpa menyalahkan, maka kemungkinan besar hal itu akan mengarah ke solusi masalah dan akan selalu bersama.”Referensi : Want A Happy Marriage? Learn To Fight A Good Fight".

Kedua peneliti di atas hanya setuju bahwa bertengkar punya efek positif dalam hubungan cinta. Tapi perlu digaris bawahi: pertengkaran itu baik apabila sifatnya membangun dan bertujuan menyelesaikan masalah, bukan malah saling menjelek-jelekkan pihak lain atau menyindir.

Bertengkar adalah Solusi
Coba bertanya pada diri sendiri seberapa sering kita berpikir, “Ah cuma masalah sepele aja kok, nanti juga selesai sendiri” ketika lagi ada masalah dengan pasangan?

Dengan berdiam diri begitu saja apa terselesaikan masalah? Apa dengan saling diam, hubungan jadi semakin mesra manja atau malah semakin terpuruk?

Kita sulit menyelesaikan soal matematika rumit hanya dengan membayangkannya tanpa corat-coret di kertas atau alat bantu hitung lainnya. Masalah hubungan tentunya lebih dari soal matematika.Kita tidak bisa menemukan jalan keluar dengan bersabar dan berharap masalah itu terselesaikan. Kita dan pasangan harus melalui proses debat panas alias bertengkar sampai muncul beberapa solusi untuk menyelesaikan masalah.

Jika pasangan terlalu cepat memaafkan dan melupakan masalah tanpa diskusi untuk menyelesaikan masalah, hubungan mereka justru rentan akan resiko perpecahan dikemudian hari, tentunya masalah yang berlalu akan terungkit kembali.

Kita pasti pernah mendengar kisah-kisah cinta yang mendadak meledak dan musnah begitu saja?

Nah disitulah akibat dari memendam pertengkaran tanpa menyelesaikan.

“Sama seperti api bisa dipakai untuk memasak dan menerangi, demikian juga pertengkaran bisa dipakai untuk mematangkan dan mencerahkan hubungan kita jauh lebih mesra!” 

Dari pada diam tanpa menyelesaikan masalah, lebih baik kita dan pasangan bertengkar dengan sehat.
  1. Sepakati pertengkaran boleh keras dan tegas,  tapi kedua belah pihak wajib untuk saling mengingatkan agar tidak memakai kata-kata yang menghina, merendahkan, memojokkan, ataupun menghakimi.
  2. Jika kita sudah sering bertengkar tentang hal yang itu-itu saja, berarti kita perlu fokus bicarakan isu utama dibalik masalah tersebut. Kesampingkan hal-hal yang lain, tidak berhubungan dengan isu utama.
  3. Mulailah bertengkar dengan kata-kata yang lembut. Misalnya: “Aku tahu kamu lagi capek kerja seharian, tapi beberapa hari ini aku merasa perhatianmu berkurang.” Tunjukkan bahwa kita mengerti keadaan pasangan kita agar emosinya tidak melonjak terlalu cepat.
  4. Jika kita langsung mengatakan dengan kalimat: “Kenapa sih perhatianmu akhir-akhir ini berkurang?” maka pasangan akan mengambil sikap defensif ujung-ujungnya kita malah sibuk membela diri masing-masing dan lupa tujuan dari bertengkar itu.
  5. Jika kita dan pasangan sedang berada di luar, bilang kepadanya ada masalah serius yang ingin dibicarakan di rumah atau tempat lain yang jauh dari kerumunan orang.
  6. Tidak usah malu mengakuinya. Segera minta maaf karena pertengkaran pasti menyisakan perasaan tidak enak. Kalau kita masih sulit mengatakan maaf secara terbuka, perlihatkan sikap manis dan tindakan yang menyenangkan pasangan sebagai simbol permintaan maaf. Tapi jauh lebih baik kalau kita berusaha meminta maaf secara langsung karena itu menunjukkan keseriusan kita untuk mengakui kesalahan.
Bertengkar keras hingga seluruh emosional keluar jauh lebih baik daripada berbicara santun tapi menahan emosi di kepala kita. Journal of psychosomatic Research pernah menerbitkan penelitian yang menjelaskan bahwa memendam emosi dapat meningkatkan resiko otak dan kanker. Orang yang terbiasa menyimpan emosi akan membawa pikiran negatif yang dapat merusak keseimbangan hormon. Apabila produksi hormon terus menerus terganggu, maka sel tubuh bisa ikut rusak sehingga memicu kanker. "Referensi : Emotion Suppression And Mortality Risk Over A 12-Year Follow-up".

Jadi bertengkar bukan hanya menyehatkan mental dan hubungan kita, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan. Kita dan pasangan jadi punya bahan untuk mengoreksi diri dan hubungan jadi lebih baik. Pertengkaran itulah yang akan mendewasakan kita dan pasangan, seperti tulisan Coach Lex, “Pertengkaran tidak merusak hubungan, karena pertengkaran itulah kesempatan Anda untuk membahas kerusakan yang sedang terjadi dalam hubungan.” "Referensi : Perlunya Bertengkar Dengan Pasangan".

Perli diingat, diam tidak selamanya emas, apalagi saat ada batu sandungan yang mengganjal hubungan kita dan pasangan. "Sering Bertengkar Bikin Semakin Mesra".
Sering Bertengkar Bikin Cinta Makin Mesra Sering Bertengkar Bikin Cinta Makin Mesra Reviewed by Ijul Lke on 12:00 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.