Jatuh Cinta atau Benar-Benar Mencintai

https://www.mediainformasi.online/2018/04/jatuh-cinta-atau-benar-benar-mencintai.html
Jatuh Cinta atau Benar-Benar Mencintai
Tidak ada perbedaan antara momen jatuh cinta dan mencintai seseorang. Kedua hal itu justru jauh dari kata sama. Manusia bisa jadi makhluk yang siap tergila-gila pada siapa saja. Namun, mereka juga bisa menjadi makhluk yang mencintai dengan setia, tanpa merasa perlu mencari selainnya.

Apakah kamu sedang jatuh cinta, atau sudah bisa benar-benar mencintai? 

Jatuh Cinta Berarti Ingin Memiliki

Ketika kita jatuh cinta pada seseorang, kita akan merasa bahwa dialah yang terbaik. Kita melihat kesempurnaan di wajahnya, lewat penampilan, cara berpikir, hingga caranya bertutur kata. Memuja hampir segala yang ada pada dia, membuatmu cenderung buta. Di saat ini kita akan menganggap bahwa bahagia berarti ketika bisa memilikinya.

Baca Juga :
Namun, rasa cinta yang sesungguhnya bukan semata-mata hasrat ingin memiliki. Tanda bahwa kita benar-benar mencintai adalah ketika kehadirannya jadi begitu penting dalam hidup kita. Bukan berarti hidup kita tidak bahagia tanpa dia, tapi keberadaannya di samping kita yang menjadikan hidup kita dikatakan sempurna.

Jatuh Cinta Menjadikan Kita Sering Meminta

Jatuh cinta bisa membuat kita berubah menjadi egois. Kita berharap dibalas sepadan, minta diperhatikan, hingga menuntut untuk selalu dimengerti. Jika jatuh cinta berarti menjadikan kekasih  kita bagai budak yang wajib membahagiakan kita, bukankah cintamu berarti kesialan baginya?

Cinta justru harus banyak-banyak memberi. Ketika benar-benar mencintai, kita akan merasa bahwa dia layak mendapatkan diri kita seutuhnya. Rasa cinta, kasih sayang, dan perhatian tidak pernah ragu-ragu kita berikan. 

Emosi Cenderung Meledak-Ledak Saat Jatuh Cinta

Jatuh cinta membuat emosi kita cenderung fluktuatif. Rencana kencan di Sabtu malam bisa membuatmu senyum-senyum bahagia sepanjang hari. Tapi, sebentar saja dia terlambat menjemput sudah membuat kita uring-uringan. Bahkan saat perbedaan pendapat akhirnya membuat kalian mencicipi momen pertengkaran, kita akan terpancing merasakan kekecewaan hebat.

Saat bisa mencintai dalam-dalam, kita tidak lagi melewati drama-drama dalam hubungan kita. Selain bisa menjalani hubungan yang dewasa, emosi kita cenderung lebih stabil. Melewati satu hari tanpa kabar darinya tidak lagi membuat kita gundah. Terpisah jarak lantaran urusan pekerjaan pun bukan lagi masalah. Satu-satunya yang bisa membuat kita tenang adalah ketika dia mendapatkan yang terbaik yang membuatnya bahagia.

Cinta Tak Pernah Dibuat-Buat

Banyak yang beranggapan bahwa jatuh cinta jauh lebih mudah dan lebih sederhana daripada mencintai seseorang. Dia yang sukses membuat kita jatuh cinta terus berputar-putar di kepala. Tidak sedetik pun kita lewatkan tanpa mengingat kenangan-kenangan saat bersamanya. Sekedar mengingatnya bukan berarti kita benar-benar peduli padanya.

Saat benar-benar mencintai pasangan kita justru tidak butuh setiap saat untuk memikirkannya. Tanpa perlu diperintah atau dirangsang.

Jatuh cinta membuat kita ingin selalu menghabiskan waktu untuk bersama pasangan. Misalkan berangkat ke kampus, makan siang bersama, pulang kuliah, jalan-jalan, banyak hal yang tidak ingin dilewatkan begitu saja tanpa kehadirannya. Setiap hari, kita ingin bisa lebih dekat dengan pasangan. Berharap hubungan yang terjalin di antara akrap akan semakin akrab dan intim.

Tapi porsi cinta kita tidak akan selalu sama. Ada kalanya hubungan jadi begitu hangat. Tapi rasa jenuh bisa juga memaksa kita sedikit berjarak. Naik turunnya kadar cinta kita tidak perlu dipersoalkan. Ketika bisa benar-benar mencintai pasangan, kita justru akan menjalani hubungan yang lebih santai dan minim rasa tidak aman. Cinta yang kuat di dalam hati bisa meyakinkanmu bahwa semua akan baik-baik saja.

Berbeda Dengan Cinta Yang Sebenarnya, Jatuh Cinta Itu Perkara Sepele dan Sederhana.

Kadang, cinta sekedar layaknya kreasi pikiran dan perasaan manusia. Ketika diinginkan dan diizinkan, kita bisa jatuh cinta dengan teman baru atau orang asing yang kita temui di bus kota saat berangkat ke kantor. Tapi, momen jatuh cinta yang sesaat dan tiba-tiba belum bisa menjanjikan apa-apa. Cinta itu bisa saja semakin kuat, pun sekejap hilang berganti cinta yang lain.

Cinta yang sungguh-sungguh biasanya sudah melewati berbagai ujian. Kita dan pasangan mungkin sudah menjalin hubungan selama beberapa tahun. Melewati momen bahagia, sedih, hingga perasaan kecewa lantaran kepercayaan yang pernah dikhianati. Namun, cinta yang kuat menjadikan kalian bisa bertahan bukan memilih menyerah lalu mencari cinta yang lain.

Ketika Benar-Benar Mencintai Pasanganmu, Berarti Kamu Sukses Mencintai Dirimu Sendiri.

Cinta yang sejati atau sungguh-sungguh tidak akan mudah hilang dan berganti. Selamanya, cinta itu akan tinggal dalam hati dan dirimu, sekalipun si pembawa cinta sudah tidak bersamamu lagi.

Bisa benar-benar mencintai seseorang membuatmu selalu ingin bercermin. Dia yang tinggal dalam hati bisa menjadikanmu pribadi yang baru. Segala yang kita cintai atas dirinya berhasil mempengaruhimu. Di saat inilah, kamu menikmati cinta yang sesungguhnya, cinta yang damai, menghangatkan, dan membuat kita berkembang.

Sekedar jatuh cinta adalah hak setiap orang. Yang pasti, keduanya tidak lantas boleh melemahkan kita. Seharusnya cinta bisa membuat hidup kita lebih bahagia.
Jatuh Cinta atau Benar-Benar Mencintai Jatuh Cinta atau Benar-Benar Mencintai Reviewed by Ijul Lke on 11:35 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.