Banyumas – Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Lo Pasir, Desa Karanggayam, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hadir bukan sekadar sebagai sarana penghubung.
Jembatan ini diharapkan menjadi penopang aktivitas sekaligus nadi kehidupan masyarakat, serta mencerminkan perhatian dan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada warga di pelosok negeri, Senin (5/1/2026).
Jembatan sepanjang 50 meter dengan lebar 1,20 meter tersebut ditinjau langsung oleh jajaran pimpinan TNI guna memastikan kekuatan konstruksi dan fungsinya aman serta bermanfaat bagi masyarakat.
Pengecekan lapangan dilakukan oleh Aster Kasdam IV/Diponegoro, Kolonel Kav Gede Setiawan, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han., serta Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir. Ketiganya menyusuri jembatan, mengamati detail konstruksi, sekaligus berdialog dengan warga penerima manfaat.
Kolonel Kav Gede Setiawan menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedesaan.
“Kami tidak hanya datang melihat, tetapi memastikan jembatan ini benar-benar kuat, aman, dan mendukung aktivitas warga. Infrastruktur seperti ini menjadi penggerak ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir menjelaskan bahwa Jembatan Gantung Garuda kini menjadi akses penting bagi 25 kepala keluarga dengan total 160 jiwa. Jembatan tersebut juga mempermudah akses menuju SD Negeri 1 Karanggayam, SMP Negeri 2 Lumbir, hingga SMK Bunda Satria Wangon.
“Anak-anak desa kini dapat menyeberang sungai dengan aman, termasuk saat musim hujan,” ungkapnya.
Ketua RT 01/RW 05 Desa Karanggayam, Jumanto, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan melalui peninjauan langsung oleh pimpinan TNI.
“Kami merasa diperhatikan. Bukan hanya dibangunkan jembatan, tetapi juga dicek langsung ke lapangan. Ini menjadi harapan baru bagi warga kami,” katanya.
Di Karanggayam, Jembatan Gantung Garuda kini tidak hanya menghubungkan dua tepi sungai. Jembatan ini juga menjadi simbol kehadiran negara, ketegasan kepemimpinan, serta keberpihakan nyata kepada masyarakat di pelosok negeri. (Pendim 0701/Bms)



