PEKALONGAN - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan yang baru, Saiful Hidayat, langsung menegaskan arah kepemimpinannya dengan fokus pada perluasan kepesertaan dan penguatan sistem data. Komitmen tersebut disampaikan usai pelantikannya oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Jakarta, Jumat (20/2).
Saiful memperkenalkan strategi ‘3C’ sebagai fondasi kerja ke depan, yakni coverage, care, dan credibility. Pada aspek coverage, ia menargetkan peningkatan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama bagi pekerja informal, pekerja bukan penerima upah, serta pekerja migran Indonesia yang selama ini dinilai masih belum optimal terlindungi.
“Kami memastikan coverage terhadap pekerja informal, pekerja bukan penerima upah, dan pekerja migran dapat tercakup karena memang saat ini masih perlu banyak yang ditingkatkan di situ,” ujarnya.
Selain memperluas kepesertaan, Saiful juga menaruh perhatian besar pada penguatan data dan sistem. Melalui fokus credibility, ia ingin meningkatkan kredibilitas lembaga lewat pembenahan data, proses bisnis, serta kepatuhan (compliance), sekaligus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, penguatan data menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan (trust) dari pemerintah, pemberi kerja, maupun masyarakat sebagai peserta. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, kebijakan dan layanan yang diberikan akan lebih tepat sasaran.
Adapun pada aspek care, Saiful berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan manfaat yang diterima peserta serta keluarga pekerja, sehingga keberadaan BPJS Ketenagakerjaan benar-benar dirasakan dampaknya secara nyata.
Berdasarkan rekam jejak profesionalnya, Saiful memiliki pengalaman panjang di Telkom Indonesia sejak 1993. Ia pernah menjabat sebagai Vice President Business Performance Management (2024–2025) dan terakhir sebagai Senior Principal Expert Performance Management sejak September 2025.
Dari sisi akademik, ia merupakan lulusan Sarjana Telekomunikasi Universitas Brawijaya (1992), Magister Multimedia Institut Teknologi Bandung (2022), serta Doktor Manajemen Strategis Universitas Brawijaya (2023).
Di daerah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan, Widhi Astri Aprilllia Nia, menyambut kepemimpinan baru jajaran Direksi dan Dewan Pengawas periode 2026–2031 dengan optimisme. Ia berharap, kepemimpinan baru mampu menghadirkan semangat dan terobosan baru yang berdampak langsung bagi peserta di seluruh Indonesia, khususnya dalam meningkatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. (*)

