PEKALONGAN – Aksesibilitas antar-desa di wilayah pelosok Kabupaten Pekalongan segera mengalami peningkatan signifikan. Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang akan menghubungkan Desa Domiyang dan Desa Winduaji di Kecamatan Paninggaran.
Simbolis pembangunan jembatan tersebut dilakukan melalui prosesi groundbreaking oleh Kodim 0710/Pekalongan di Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026).
Danramil 13/Paninggaran Kapten Inf Edi Siswanto hadir mewakili Dandim 0710/Pekalongan, didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Paninggaran, perangkat desa dari kedua wilayah, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala Desa Domiyang Edi Mulyono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat dan jajaran TNI atas realisasi proyek infrastruktur tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto beserta jajaran TNI yang telah mengupayakan pembangunan jembatan ini. Kehadiran Jembatan Gantung Garuda nantinya akan sangat bermanfaat bagi warga, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas di sektor perekonomian, pendidikan, hingga kesehatan," ujarnya.
Antusiasme serupa juga datang dari warga setempat. Sokhir Mukhroni (56), salah seorang penduduk Desa Domiyang, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas dimulainya pembangunan ini. Ia menyebut bahwa jembatan permanen yang menghubungkan wilayahnya telah menjadi impian warga selama puluhan tahun.
"Akses jembatan ini sudah kami nanti-nantikan sejak saya masih kecil. Hari ini saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena akhirnya Jembatan Gantung Garuda mulai dibangun," kata Sokhir.
Sokhir menambahkan, jembatan ini tidak hanya menghubungkan Domiyang dan Winduaji, tetapi juga akan memangkas jarak tempuh dan mempermudah mobilisasi antar-desa lainnya, seperti Desa Notogiwang dan Desa Paninggaran.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda diharapkan menjadi urat nadi baru bagi masyarakat Kecamatan Paninggaran. Selama ini, kendala geografis seringkali menjadi penghambat bagi warga dalam mengangkut hasil bumi maupun bagi anak-anak sekolah yang harus menempuh jarak jauh.
Dengan dimulainya peletakan batu pertama ini, TNI bersama pemerintah daerah berharap pengerjaan dapat berjalan lancar sehingga jembatan bisa segera dioperasikan demi kesejahteraan masyarakat di perbatasan desa tersebut.

.jpeg)