Alat X-Ray Portable untuk Percepat Deteksi TBC Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan

Alat X-Ray Portable untuk Percepat Deteksi TBC Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan

MEDIA INFORMASI
Friday, June 5, 2026


KAJEN - Upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pekalongan terus diperkuat. RSUD Kraton memanfaatkan, teknologi X-Ray Portable untuk mempercepat proses skrining dan deteksi dini penyakit TBC, terutama bagi kelompok yang memiliki kontak erat dengan penderita.

Dokter RSUD Kraton, dr. Rosita, menjelaskan, bahwa kegiatan cek kesehatan gratis dan skrining TBC dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program kesehatan yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Salah satu kegiatan terbaru dilaksanakan di Polres Pekalongan untuk melakukan pelacakan (tracing) terhadap potensi penyebaran TBC.

Menurutnya, sasaran pemeriksaan kali ini adalah para Bhabinkamtibmas yang berperan sebagai ujung tombak pelacakan kasus di desa-desa.

"Sebanyak 76 personel mengikuti pemeriksaan, guna memastikan kondisi kesehatan mereka sekaligus mendukung upaya penemuan kasus TBC secara aktif di masyarakat."

"Para Bhabinkamtibmas nantinya juga berperan sebagai tracer di wilayah desa masing-masing di bawah koordinasi Kapolsek setempat," ujar dr. Rosita kepada Tribunjateng.com, usai memeriksa personel Polres Pekalongan, di Aula Setia Polres Pekalongan, Rabu (3/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, RSUD Kraton menerjunkan perangkat X-Ray Portable terbaru dari Kementerian Kesehatan. Alat tersebut memungkinkan, pemeriksaan paru dilakukan dengan lebih cepat dan praktis dibandingkan metode konvensional.

Dr. Rosita menjelaskan, hasil pemeriksaan dapat langsung dianalisis menggunakan teknologi AI yang terhubung dengan laptop, sehingga mempercepat proses pembacaan hasil foto rontgen. Dengan teknologi tersebut, hasil skrining dapat diketahui dalam waktu kurang dari satu menit.

"Kalau alat sudah siap digunakan, proses pembacaan hasilnya tidak sampai satu menit. Ini sangat membantu karena tidak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui hasil awal pemeriksaan," katanya.

Meski memiliki kemampuan deteksi yang cepat, kapasitas pemeriksaan alat tersebut masih terbatas, yakni sekitar 100 orang per hari. Namun demikian, keberadaan teknologi ini dinilai sangat efektif dalam mendukung program penemuan kasus TBC secara dini.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf menegaskan, bahwa TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan berbagai pihak.

"TB paru masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan kerja sama dan sinergi seluruh pihak."

"Karena itu, Polres Pekalongan siap mendukung program pemerintah melalui keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tracing, screening, edukasi, dan pendampingan pasien di wilayah binaannya masing-masing," ujar AKBP Rachmad.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan periode Januari hingga Mei 2026, ditemukan sebanyak 628 kasus TBC paru. Dari jumlah tersebut, 613 kasus merupakan TBC sensitif obat dan 15 kasus lainnya TBC resistan obat.

Namun, dari total kasus yang ditemukan, baru 251 kasus atau sekitar 40 persen yang telah mendapatkan kunjungan, pelacakan, dan pendampingan.

Sementara itu, sebanyak 377 kasus atau sekitar 60 persen masih belum mendapatkan kunjungan dan pelacakan secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, Kapolres AKBP Rachmad memerintahkan, seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi petugas kesehatan puskesmas dalam melakukan pelacakan kontak erat, skrining, serta kunjungan kepada pasien TBC di wilayah masing-masing.

"Kondisi ini menunjukkan, bahwa upaya penemuan kasus, pelacakan kontak erat, serta pendampingan pengobatan masih perlu ditingkatkan."

"Saya perintahkan, seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi petugas kesehatan puskesmas dalam melakukan tracking, screening, dan kunjungan kasus TB paru," tegasnya.

Menurut Kapolres, keberadaan Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan menjadi kekuatan strategis dalam membantu tenaga kesehatan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.

Melalui keterlibatan aktif aparat kepolisian di lapangan, diharapkan ratusan kasus yang belum terlacak dapat segera ditangani sehingga penularan TBC dapat ditekan dan tingkat keberhasilan pengobatan semakin meningkat.

Selain pelatihan tracer TBC, kegiatan juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining TBC bagi peserta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

AKBP Rachmad juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan atas sinergi yang selama ini terjalin dalam berbagai program kesehatan masyarakat.

"Dengan kolaborasi yang kuat antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan kepolisian, kami optimistis target penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, dan eliminasi TB paru di Kabupaten Pekalongan dapat tercapai secara optimal," pungkasnya. (Dro)