Kajen - Pembangunan RSUD Kraton Baru di Des Kampil, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan kini memasuki fase krusial.
Dengan batas waktu relokasi yang semakin dekat, manajemen rumah sakit menegaskan proyek pembangunan tahap akhir harus rampung pada tahun ini agar perpindahan layanan dari lokasi lama dapat berjalan sesuai jadwal.
Direktur RSUD Kraton, dr Henny Rosita, menyampaikan optimisme bahwa pembangunan rumah sakit baru dapat diselesaikan sebelum Desember 2026.
Meski saat ini proyek masih berada dalam tahapan lelang, pihaknya memastikan seluruh persiapan terus dimatangkan agar tidak terjadi keterlambatan.
"Insyaallah kami optimistis. Teman-teman yang terlibat dalam proses pembangunan sangat yakin akhir tahun 2026 ini sudah selesai," ujar Henny usai menerima kunjungan kerja Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, kepada Tribunjateng.com, di RSUD Kraton Baru, Rabu (13/5/2026).
Menurut Henny, proses lelang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan. Setelah itu, pembangunan fisik tahap ketiga, akan segera dimulai sebagai tahapan terakhir sebelum rumah sakit siap ditempati.
"Setelah lelang selesai, masuk penandatanganan kontrak dan langsung mulai pembangunan tahap tiga."
"Harapannya, ini menjadi tahap terakhir agar relokasi bisa segera dilakukan," katanya.
Penyelesaian pembangunan RSUD Kraton Baru menjadi kebutuhan mendesak, mengingat izin penggunaan lahan rumah sakit lama dari pihak kesusteran hanya berlaku hingga 15 Desember 2026. Kondisi ini membuat, manajemen rumah sakit tidak memiliki banyak ruang untuk menunda proses perpindahan.
"Harapannya, proses lelang ini tidak gagal, sehingga semua bisa berjalan sesuai time schedule relokasi RSUD Kraton," imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, manajemen juga telah menyiapkan opsi cadangan jika proses lelang atau pembangunan mengalami hambatan. Salah satunya, dengan mengajukan perpanjangan masa penggunaan lahan kepada pihak kesusteran.
"Kalau ternyata prosesnya mundur atau lelang gagal, kemungkinan kami akan meminta perpanjangan waktu untuk relokasi. Artinya, perpindahan bisa bergeser ke awal 2027," jelas Henny.
Meski sempat diwarnai persoalan sengketa lahan yang menjadi perhatian publik, Henny memastikan, hubungan antara pihak rumah sakit dengan pihak kesusteran tetap terjalin baik.
"Hubungan kami sangat baik. Terlepas dari adanya persoalan sengketa tanah, pihak kesusteran sangat terbuka dan mendukung proses yang sedang berjalan," tuturnya.

