Tanggul Laut Pantura Diprioritaskan, Pekalongan–Batang Barat Masuk Peta Awal

Tanggul Laut Pantura Diprioritaskan, Pekalongan–Batang Barat Masuk Peta Awal

MEDIA INFORMASI
Saturday, April 4, 2026


BATANG — Pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa kembali menguat sebagai salah satu proyek prioritas nasional. Dalam peta awal, wilayah Pekalongan hingga Batang bagian barat diusulkan masuk tahap prioritas pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI, Rizal Bawazier, saat menghadiri kegiatan di Masjid At-Tanwir, Kabupaten Batang, Jumat (3/4/2026). Ia menyebutkan, usulan jalur tanggul laut kini mengarah dari Ulujami, Kabupaten Pemalang, hingga Batang Barat.

“Pekalongan itu kita mintanya nanti dari Ulujami sampai Batang Barat,” ujar Rizal.

Menurutnya, wilayah Batang Barat menjadi salah satu titik yang paling terdampak banjir rob dan abrasi dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, panjang pasti tanggul laut di wilayah tersebut masih menunggu kajian teknis lebih lanjut.

“Saya belum mengukur, tapi Batang Barat itu yang kemarin parah,” katanya.

Rizal menjelaskan, pembangunan GSW akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas wilayah. Secara konsep, proyek tanggul laut ini direncanakan membentang panjang dari Banten hingga Gresik. Namun, keterbatasan waktu dan anggaran membuat pemerintah harus menentukan wilayah yang lebih dulu ditangani.

“Kalau kita tunggu semua selesai dari Banten sampai Gresik, Pekalongan kapan dapatnya, makanya kita minta prioritas,” tegasnya.

Terkait kemungkinan perluasan pembangunan hingga Batang Timur, ia menyebut hal tersebut masih bergantung pada tingkat keparahan kondisi di lapangan. Jika dinilai mendesak, proyek bisa diperluas.

“Kalau memang harus diperpanjang sampai Batang Timur, nanti dilihat seberapa parahnya,” imbuhnya.

Hingga kini, jadwal pasti dimulainya proyek tanggul laut tersebut masih belum ditetapkan. Rizal menegaskan, proyek ini merupakan komitmen besar pemerintah yang perlu dikawal bersama, meski dihadapkan pada tantangan kondisi fiskal nasional.

“Ini angka besar, apalagi sekarang anggaran diefisiensikan, tapi prinsipnya pemerintah ingin membantu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, juga mengusulkan agar Pekalongan masuk dalam prioritas pembangunan GSW tahap pertama. Usulan itu telah disampaikan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Dody menyoroti kondisi Pekalongan yang sebagian wilayahnya telah berada di bawah permukaan air laut, sehingga membutuhkan penanganan segera.

“Pekalongan itu sudah di bawah muka air laut, jadi perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Pembangunan tanggul laut raksasa ini dinilai krusial untuk melindungi kawasan Pantura Jawa dari ancaman banjir rob dan abrasi yang semakin meningkat. Selain itu, wilayah Pantura juga memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, dengan sumbangan sekitar 368,3 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dengan urgensi tersebut, proyek Giant Sea Wall diharapkan tidak hanya menjadi solusi perlindungan wilayah pesisir, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.