PEKALONGAN – Sinergi antara TNI dan masyarakat kembali diperkuat melalui dimulainya pembangunan infrastruktur vital di wilayah perbukitan Kabupaten Pekalongan. Warga Desa Domiyang dan Desa Winduaji, Kecamatan Paninggaran, menggelar tradisi tasyakuran bersama personel Koramil 13/Paninggaran Kodim 0710/Pekalongan guna menandai dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan doa bersama yang dipimpin oleh ulama setempat ini dilaksanakan bertepatan dengan prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek jembatan tersebut.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini merupakan jawaban atas kebutuhan aksesibilitas warga di dua desa yang selama ini terpisah oleh bentang alam yang cukup terjal. Kehadiran personel TNI dari Koramil 13/Paninggaran dalam proyek ini menegaskan komitmen kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Kegiatan tasyakuran ini adalah bentuk kearifan lokal sekaligus permohonan doa restu agar proses pembangunan berjalan lancar dan aman. Jembatan ini nantinya akan menjadi urat nadi perekonomian dan pendidikan bagi warga kami," ujar salah satu tokoh masyarakat di sela-sela acara.
Jembatan Gantung Garuda diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi mobilitas warga, di antaranya mempermudah siswa sekolah menuju lembaga pendidikan lintas desa, mempercepat pengiriman komoditas pertanian dari perkebunan warga dan memangkas waktu tempuh antara Desa Domiyang dan Desa Winduaji secara drastis.
Pihak Kodim 0710/Pekalongan melalui Koramil Paninggaran memastikan akan terus mengawal pembangunan ini hingga selesai. Selain bantuan teknis, keterlibatan TNI dalam proyek ini juga bertujuan untuk memupuk kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Prosesi groundbreaking ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh perwakilan desa yang diserahkan kepada Danramil setempat, disaksikan oleh puluhan warga yang antusias menyambut kehadiran jembatan baru tersebut.

.png)
.png)