Jembatan yang dibangun di atas Sungai Genteng tersebut memiliki panjang 60 meter dengan lebar 120 sentimeter. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat setempat.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 2.500 jiwa yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang lebih aman dan efisien untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang mengatakan bahwa pekerjaan konstruksi terus dikebut agar dapat segera diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Dengan progres yang telah mencapai 85 persen, kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera rampung sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Garry Herlambang.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak positif bagi warga, terutama dalam memperlancar akses transportasi, kegiatan ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial masyarakat di kedua desa.
Kodim 0710/Pekalongan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pekerjaan guna memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga hingga proses penyelesaian akhir.
Apabila telah selesai dan dioperasikan, Jembatan Gantung Garuda diharapkan menjadi sarana penghubung yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan wilayah di Desa Domiyang dan Desa Winduaji.

